Jumat, 20 Mei 2016

You Must Listen #4 : Yura

You Must Listen merupakan segmen artikel yang membahas tentang recommended song for your listening, guys! Terinspirasi dari banyaknya request temen-temen untuk me-review beberapa musisi idola mereka. Aku akan bahas tentang biografi dan karya musisi-musisi Indonesia yang layak kamu dengerin nih!

Kamis, 19 Mei 2016

You Must Listen #3 : Maliq & D'Essentials

You Must Listen merupakan segmen artikel yang membahas tentang recommended song for your listening, guys! Terinspirasi dari banyaknya request temen-temen untuk me-review beberapa musisi idola mereka. Aku akan bahas tentang biografi dan karya musisi-musisi Indonesia yang layak kamu dengerin nih!

Jagoan Jazz Lokal Asal Yogjakarta

Keinginan menyaksikan Kua Etnika bermain di Jogjakarta, rasanya selalu seperti melihat jagoan lokal mempertunjukan tajinya. Dibentuk dan besar sepenuhnya di lingkungan kota yang istimewa ini, kisah Kua Etnika sejatinya telah berjalan bertahun-tahun nih guys.
Band ini, telah berkali-kali melakukan tur keluar negeri dan menjelajahi berbagai macam festival budaya di segenap penjuru dunia lho! Patut bangga dengan segala karya mereka yaa. Segala macam ukuran panggung bisa mereka mainkan. Juara kelas lah pokoknya!
Secara umum, mereka memainkan musik jazz yang berhasil dikawinkan sempurna dengan musik tradisi yang mengakar. Misalnya aja nih, mereka menggunakan kendang dan penyinden bernama Silir Pujiwati sebagai vokalis serta di saat yang bersamaan memainkan beat dan groove jazz modern yang didapat dan bentukan keyboard, bas, drum dan gitar. Sementara sang pemimpin Djaduk Ferianto meliar dengan tiupan seruling dan sejumlah alat perkusinya.
Konsep yang kuat ini, bisa direplikasi dalam berbagai macam kemungkinan. Termasuk main di dalam sebuah bus yang disulap menjadi panggung di Sahid J-Walk, 1 Mei 2016 yang lalu. Sisi unik MLD Stage Bus Jazz Tour 2016 ini juga berhasil menjadi tuan rumah yang baik untuk Kua Etnika. Plus bonus kolaborasi dadakan dengan Rene van Helsdingen. Di Surabaya juga akan segera dikunjungi MLD Stage Bus Jazz Tour 2016 lho! Pada Akhir bulan Mei ini guys.

Kendati nampak padat banget, sembilan orang (plus Rene) yang bermain bersama berhasil menciptakan suasana yang penuh dan mengundang decak kagum. Ini lumayan seru karena biasanya Kua Etnika bermain di panggung yang luas, mengingat peralatan yang dibawa juga tidak sedikit.
Seperti sudah disaksikan di banyak tempat yang dilalui tur ini, kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan panggung yang nggak begitu besar menjadi tantangan tersendiri. Nama-nama kesohor di scene jazz Indonesia pernah mampir dan menjajalnya. Ketika giliran pertama Kua Etnika datang, sudah barang tentu mereka melakukannya dengan sangat baik.

Jam terbang yang banyak dan pengalaman berfestival yang segudang, membuat Kua Etnika menjadi daya tarik tersendiri malam itu. Sebagai pengawal malam, mereka memainkan tugasnya dengan baik, guys. Ayo sama-sama kita dukung terus musik local, yaitu musik Indonesia. Salam Bangga Musik Indonesia #LongLiveLocalMusic (*liarenyapril)

Source : www.mldspot.com

Senin, 16 Mei 2016

Sentuhan Jazz Modern dari Maliq & D'Essentials

Siapa yang nggak tau Maliq and d'Essential? Band dengan dengan ciri khas selalu tampil fashionable ini ternyata mengawali karir musiknya benar-benar dari bawah lho guys. Grup musik yang terdiri dari Angga Puradiredja, Widi Puradiredja, Indah Wisnuwardhana, Dendy 'Javafinger/Jawa' Sukarno, Arya 'Lale' Aditya Ramadhya, Ilman Ibrahim Isa ini memulai karirnya sejak tahun 2002 dengan bernyanyi di kafe. Dari kafe ke kafe, bahkan nggak jarang pula tidak ada yang menonton sama sekali. Tapi Maliq and D'Essential tetap semangat dan nggak putus asa. Dengan usaha dan musikalitas yang tinggi, sekarang Maliq and D'essentials menjadi salah satu grup musik yang paling favorit di Indonesia maupun diluar negeri.

Awal mula kejayaan Maliq and D'Essential saat mereka merilis lagu "Terdiam" yang ada di album pertamanya yang berjudul "1st". Lagu tersebut berhasil melambungkan nama mereka dan menjadi cart teratas di acara-acara musik. Menyusul lagu "Untitled", "Kangen", "The One" yang tidak kalah tenarnya, bahkan di album ini mereka juga berkolaborasi dengan musisi asal Malaysia yaitu Camelia di lagu "Sampai Kapan". Album perdana mereka ini juga berhasil memenangkan banyak penghargaan seperti MTV Indonesia Music Awards, Anugerah Planet Muzik, AMI Awards, & MTV Asia Awards.
Belum puas dengan album pertama tahun 2007 Maliq and D'essentials merilis album keduanya yang berjudul "Free your mind" dengan lagu andalannya "Heaven" dan "Beri Cinta Waktu", dan berhasil menjadi nominasi sebagai Best Jazz Album AMI Awards. Pada tahun 2009 mereka juga merilis album ketiganya yang berjudula "Mata Hati Telinga", ditahun 2010 sampai tahun 2014 mereka terus memproduksi album, dalam 4 tahun mereka berhasil merilis 4 album diantaranya adalah "The Beginning Of A Beautiful Life" (2011), "Radio Killed The TV Stars" (2012), "Sriwedari" (2013) dan album paling barunya yaitu "Musik Pop" (2014). Perkembangan musik Maliq and d'Essential juga sebanding dengan perkembangan pasar, kalo kamu perhatiin, genre mereka selalu bertransisis mengikuti haluan seperti bunglon, ada Jazz, Pop, bahkan ada yang bernuansa dangdut. Tapi ini bukan berarti Maliq and d’Essential nggak punya ciri khas. Suara Angga dan musik yang berkualitas dan easy listening tetap menjadi ciri khas mereka. Makanya mereka bisa bertahan sampai sekarang guys!
Sepertinya didalam diri para personil Maliq and D'Essential bukan cuma ada musik, tapi juga bisnis. Pada tahun 2009 mereka membuat record label yang bernama Organic Records. Alasannya karena mereka ingin lebih bebas dalam mengeksplorasi karya-karyanya tanpa dibatasi oleh ketentuan label. Jadi deh mereka punya label sendiri. How smart are they! Nggak cuma itu guys, mereka juga melahirkan talenta-talenta baru yang sekarang berhasil eksis didunia musik seperti Twentyfirst Night, Boogiemen, Soulvibe, Rock 'N Roll Mafia, Sir Dandy, The Upstairs, dan masih banyak lagi.


Lebih dari satu dekade mereka berkarya di dunia musik, nah tepatnya hari ini perjalanan musik mereka mencapai 14 tahun! Kuncinya adalah solidaritas satu sama lain. Mereka bukan cuma menjadi partner musik, tetapi mereka menjadikan band Maliq and D'Essential menjadi keluarga baru mereka. Dan saling mengisi kekurangan satu sama lain. Mereka juga selalu bergaya kompak dalam setiap penampilannya.
Totalitas kayaknya kata yang tepat banget buat mereka. Kalau masalah kualitas musik, nggak perlu diraguin lagi deh. Tapi selain itu, mereka juga totalitas tentang outfit yang mereka gunakan pas manggung. Simply-casual merupakan ciri khas mereka pas perform. Yeayy, selamat bertambah usia! Semoga makin hebat dengan segala karya yang disuguhkan untuk para pecinta musik Indonesia :) Yuk, share di kolom bawah ini, lagu Maliq & D'Essentials mana sih yang paling kamu suka? #LongLiveLocalMusic (*liarenyapril)

Jazz Indonesia dalam Sejarah

Jazz merupakan musik tradisional Amerika Serikat yang dikembangkan oleh warga Afro-American di Amerika Selatan pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20. Bagaimana dengan Indonesia? Musik jazz pertama kali masuk pada tahun 1930-an karena dibawa oleh musisi-musisi asal Filipina yang mencari pekerjaan di Jakarta dengan bermain musik. Mereka memainkan musik jazz dengan ritme latin, seperti boleros, rhumba, dan samba. Selain di Jakarta, musisi-musisi tersebut juga bermain di kota Bandung dan Surabaya, membuat jazz secara perlahan mulai dikenal di Indonesia.


Kembali ke masa perjuangan jazz
Pada tahun 1948, sekitar enam puluh musisi Belanda datang ke Indonesia untuk membentuk orkestra simfoni yang beranggotakan musisi lokal. Sejak saat itu, grup musik jazz baru pun mulai bermunculan, seperti The Progressive Trio, Iskandar’s Sextet dan The Old Timers and Octet. Ada pula kelompok Jazz Riders yang dibentuk oleh Bill Saragih pada tahun 1955. Surabaya pun nggak mau kalah dengan grup musik jazz-nya yang digawangi oleh ayah Indra Lesmana, Jack Lesmana. Di era tersebut, lahir pula musisi-musisi senior jazz di Bandung, seperti Eddy Karamoy, Joop Talahahu, Leo Masenggani, dan Benny Pablo.
Memasuki tahun 1980-an, musik jazz di Indonesia makin berkembang pesat dengan munculnya musisi dan penyanyi jazz seperti Benny Likumahuwa, Ireng Maulana, Luluk Purwanto, dan Elfa Secioria. Berbagai kombinasi antara musik jazz dengan genre lain pun mulai bermunculan. Fariz RM, misalnya, mampu menciptakan perpaduan musik antara pop jazz dengan latin. Pada era yang sama, Indra Lesmana, Donny Duhendra, Pra B. Dharma, Dwiki Darmawan, dan Gilang Ramadan membentuk kelompok musik bernama Krakatau, yang kemudian bertransformasi dengan mengganti beberapa personil.

Jazz Modern mulai masuk di Indonesia
Semakin banyak munculnya musisi dan grup musik jazz di Indonesia pada era modern membuat orang-orang menjadi kreatif dalam membawakan musik jazz. Banyak dari mereka yang menggabungkan jazz dengan genre musik lain seperti pop, rock, fusion, dan lainnya. Dewa Budjana, Andien, Maliq & D’essentials, Tompi, dan Syaharani merupakan beberapa contoh musisi jazz masa kini yang melakukan hal tersebut.

Bagaimana dengan musik jazz sekarang?
Kini, jumlah orang di Indonesia yang menggemari musik jazz pun semakin banyak. Kamu pasti sering mendengar lagu-lagu dengan genre ini diputar di berbagai kafe. Banyak pula komunitas jazz yang tersebar di penjuru Indonesia, terutama di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, dan Bali. Musik jazz lebih banyak mengalir di sana karena pertunjukan-pertunjukan seperti JakJazz, Java Jazz Festival dan Jazz Traffic yang rutin diadakan. Beberapa pertunjukan bahkan juga diadakan di kampus-kampus, membuat musik jazz makin mudah dijangkau nih guys.
Salam Bangga Musik Indonesia #LongLiveLocalMusic (*liarenyapril)
Source : www.mldspot.com

Senin, 09 Mei 2016

Tahu Tentang Launchpad?

Ngomongin tentang musik EDM, banyak DJ atau producer music yang saat ini sering pake launchpad buat mainin musiknya. Hmmm tapi apasih launchpad itu? Nah, bagi yang penasaran, Launchpad itu berguna sebagai alat memainkan music, alat buat nge-DJ dan alat buat mengaransemen sebuah lagu guys. Whooaaa keewwll abeesss! :D

Perkembangnya alat musik ini bermula dari tren musik EDM tapi ini versi murahnya hehehe. Karena peralatan nge-DJ itu mahal guys, gak jarang lho para penggemar musik ini rela beli Launchpad yang harganya agak miring lah yaa untuk menciptakan music yang hacep nih kalo kata anak jaman sekarang :D

Di kalangan para disc jockey (DJ), Launchpad jadi tren baru yang menunjang performance mereka di atas stage. Nggak heran, sejak diluncurkan pada tahun 2009 oleh novation, beragam jenis launchpad jadi andalan banyak DJ besar dunia. Well, apasih kelebihannya?

Satu Alat Beragam Fungsi
Kalau biasanya sebuah DJ set terdiri dari rangkaian DJ Mixer, MIDI controller, effect generator dan alat lainnya, sebuah launchpad bisa menggantikan fungsi beberapa alat tersebut sekaligus. Tombol (pad) pada pad yang berjumlah banyak bisa digunakan untuk clipping, mixing, eksekusi drum pattern, trigger loops, mapping dan menggerakkan parameter seperti fade atau cross. Kerennya, semua itu bisa diprogram sesuai keinginan dengan bantuan software.
Pengaturan Set Personal
Nggak hanya bisa digunakan untuk mixing, sebuah launchpad bisa diprogram buat mengeluarkan suara yang benar benar unik.That’s why, setting pada sebuah launchpad benar banar dapat diatur secara personal. Hal itu bikin setiap DJ yang akan manggung menggunakan launchpad, harus terlebu dahulu memasukan pengaturan suara dan mapping effect lainnya kedalam setiap pad. Dengan menggunakan software, launchpad juga bisa menyimpan fungsi preset yang pastinya bikin penggunanya lebih mudah mengganti ganti effect secara live.
Support Tampilan Visual Saat Perform
Selain sebagai alat ‘bermusik’, launchpad juga bisa membantu penampilan visual dari DJ yang memainkannya. Soalnya, setiap pad pada launchpad memiliki pencahayaan yang bisa diatur warna, intensitas dan pola nya. Jadi, saat dimainkan, launchpad juga bakal menghasilkan pola pola cahaya yang unik dan menarik. FYI, pola cahaya ini sendiri rupanya merupakan hasil mapping yang diprogram menggunakan software. Fungsinya adalah untuk memberikan tanda pada setiap effect dan bunyi dari setiap pad.

Nah, salah satu penikmat musik dan yang selalu berkarya menggunakan Launchpad adalah Ananta Giovanni  Pranaya. Yak, lelaki jurusan Sound Design dari UPH Jakarta ini mulai hits di dunia per-instagram-an sejak ia mulai menggeluti alat musik Launchpad lhoh! Coba cek deh di instagram-nya @anantavinnie yang ada banyak banget cover lagu yang dia aransemen mulai dari lagu barat, lagu musisi Indonesia, hingga jingle-jingle produk lho! Hahahaha hacep pol pokoke :D Dari instagram, akhirnya aku kepo-kepo dia dan ada satu lagu Indonesia favorit aku juga yang di aransemen sedemikian rupa hingga jadi beda banget. Mau tau apa? Yuk, intip video di bawah ini!


Lagu Kesempurnaan Cinta milik Rizky Febian aja bisa jadi versi yang keren banget ya, guys! Ini bukti bahwa ternyata nggak hanya berkiblat pada musik barat yaa, justru Indonesia memiliki banyak bibit-bibit musisi yang bisa go international lho! Jadi kalian harus tetep bangga dengan musik Indonesia, karena #LongLiveLocalMusic ;) (*liarenyapril)

Electronic Dance Music (EDM), Bukanlah Tren Musik Baru

EDM atau Electronic Dance Music memang lebih di kenal dengan musik DJ. Musik yang selalu identik dengan dunia anak-anak dugem. EDM sendiri semakin banyak di gemari anak-anak muda tanah air akhir-akhir ini. Perkembangan EDM bisa di tandai dengan banyaknya DJ-DJ lokal yang saat ini banyak mengisi berbagai acara. Dan juga beberapa program televisi yang menawarkan musik EDM dengan khas Indonesia banget. Salah satunya program The Remix di televisi *** (wkwkwk kalian pada tahu kan yaa!)

Perlu di ketahui nih guys, sebenarnya EDM sendiri bukanlah musik yang baru lahir dan terkenal di era modern ini. EDM sebenarnya sudah ada di era 60’an, tahun 1960 adalah tahun kelahiran musik jenis ini. Salah satu band legendaris yang bernama The Beach Boy waktu itu di tahun 1966 memasukkan unsur Electronic Musik untuk mengisi arasemen singlenya yang berjudul Good Vibrations.
Di era kejayaan musik disco pada tahun 1970 Music Electronic mendapatkan tempatnya. Siapa yang tidak tahu band legendaris Bee Gees yang selalu melahirkan lagu-lagu yang memancing gerakan Break Dance. EDM pada masa itu lebih di kenal dengan musik disco yang biasa mengiringi tarian Break Dance.
Dari masa ke masa EDM terus mengalami banyak perkembangan, sehingga instrumen musik yang di hasilkan semakin memanjakan pendengarnya. Musik elektronik ini di hasilkan dari berbagai gabungan instrumen-instrumen elektronik seperti Synthesizer, Turntable, Bass, Midi Keyboard, mixer dan berbagai efek lainnya. Di era perkembangan teknologi saat ini para DJ bahkan bisa meracik EDM dengan berbagai aplikasi yang terdapat di laptopnya.
Mungkin tahun-tahun ini adalah era kejayaan EDM, berbagai festival EDM mulai di gelar di seluruh dunia. Konsep megah festival EDM yang bisa anda lihat di Tomorrowland menjadi bukti jika music EDM semakin di gemari penikmat-penikat musik dunia. DJ kelas dunia berlomba-lomba ingin bermain di ajang festival musik ini. Calvin harris, David Guetta, Avicii, DJ Zeed, Hardwell, Alesso, dll adalah DJ-DJ kelas dunia langganan Tomorrowland.
Salah satu yang menandai era kejayaan musik elektronik ini adalah banyaknya unsur Remix yang menggabungkan musik-musik elektronik dengan musik apapun juga. Para DJ kelas dunia juga banyak mengeluarkan single Remix lagu yang berkolaborasi dengan musisi apa saja. Salah satu contohnya adalah saat Calvin Harris menggarap We Found Love bersama Rihanna.
Perkembangan musik EDM di tanah air juga tidak kalah dengan perkembangan musik EDM di negara-negara Eropa. Saat ini indonesia juga mulai di kenal dunia dengan adanya Djakarta Warehouse Project festival musik EDM yang terbesar di Asia Tenggara bahkan Asia. Sejak diadakan mulai tahun 2008 DWP (Djakarta Warehouse Project) terus mengalami berkembangan dan semakin besar bahkan diakui dunia saat ini. Penggemar EDM dari berbagai negara pastinya juga selalu menunggu ajang DWP persembahan Indonesia. DJ-DJ kelas dunia seperti Avicii sudah pernah bermain disini. Ajang DWP yang di adakan satu tahun sekali dan biasanya di gelar di bulan Desember bisa menjadi panggung pembuktian untuk DJ-DJ tanah air yang terus perkembangan dan menjamur dari tahun ke tahun. Yuk, simak karya musik EDM dari musisi Indonesia berikut ini :

Nah siapa nih penggemar berat Soundwave yang membawa Rinni Wulandari dan Jevin Julian makin hits di kancah EDM? Meskipun mengusung jenis Electronic Dance Music rasa Indonesia-nya masih terasa yaa? Gimana pendapat kalian, guys? (*liarenyapril)